Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Terlambat Melapor SPT Tahunan Akan Terkena Denda, Begini Besarannya


Tiap harus pajak (WP) yang mempunyai NPWP dan pendapatan harus memberikan laporan Surat Pernyataan Tahunan (SPT). Laporan SPT Tahunan ini memiliki sifat harus.


Harus pajak yang telat atau mungkin tidak memberikan laporan SPT Tahunan, maka dikenai ancaman berbentuk denda (denda SPT Tahunan) sampai ancaman pidana. Ancaman itu telah tertera dalam Undang-Undang Ketetapan Umum Perpajakan (KUP).


Tahun ini, batasan waktu melapor SPT Tahunan untuk harus pajak individu paling lamban ialah sampai 31 Maret 2022. Sementara untuk harus pajak tubuh, laporan SPT Tahunan paling lamban 30 April 2022.


Lalu, berapakah ongkos denda SPT Tahunan bila terlambat memberikan laporan?


Diambil dari situs pajak.go.id, denda terlambat melapor SPT ditata dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 mengenai Peralihan Ke-3 Atas UU Nomor 6 Tahun 1983 mengenai Ketetapan Umum Perpajakan (KUP).


Denda terlambat melapor SPT Tahunan


Besaran denda untuk ketertinggalan laporan SPT untuk harus pajak yang mempunyai NPWP ialah seperti berikut:


- Denda sejumlah Rp 100.000 untuk harus pajak individu (NPWP pribadi)

- Denda sejumlah Rp 1.000.000 untuk harus pajak tubuh

- Denda sejumlah Rp 500.000 untuk Surat Pernyataan Periode Pajak Bertambahnya Nilai

- Denda sejumlah Rp 100.000 untuk Surat Pernyataan Periode yang lain


Adapun beberapa pihak yang tidak terserang denda walau belum memberikan laporan SPT Tahunan seperti pasal 7 UU KUP diantaranya:


- Harus Pajak orang individu yang sudah wafat dunia;

- Harus Pajak orang individu yang tidak lakukan aktivitas usaha atau tugas bebas;

- Harus Pajak orang individu yang dengan status sebagai masyarakat negara asing yang tidak tinggal kembali di Indonesia;

- Wujud Usaha Masih tetap yang tidak lakukan aktivitas kembali di Indonesia;

- Harus Pajak tubuh yang tidak lakukan aktivitas usaha kembali tapi belum disetop sesuai ketetapan yang berlaku;

- Bendahara yang tidak membayar lagi;

- Harus Pajak yang terserang musibah

- Harus pajak yang lain ditetapkan oleh Ketentuan Menteri Keuangan (PMK). PMK ini merujuk pada PMK No. 186/PMK.03/2007.


- Persyaratan harus pajak yang lain ditetapkan PMK untuk mendapatkan pengecualian denda pasal 7 KUP ini diantaranya:

- Terserang kekacauan massal,

- Terserang bencana kebakaran,

- Terserang bencana ledakan bom atau gempuran terorisme,

- Alami perang antara suku,

- Alami ketidakberhasilan mekanisme computer administrasi akseptasi negara atau perpajakan.


djponline.pajak.go.id Besaran denda terlambat melapor SPT Tahunan untuk harus pajak individu dan harus pajak tubuh


Denda SPT Tahunan ini sebagai ancaman untuk harus pajak yang lupa penuhi kewajiban perpajakannya. Ancaman ini sekalian sebagai wujud teratur administrasi perpajakan dan usaha tingkatkan kepatuhan harus pajak, baik harus pajak orang individu atau tubuh.


Untuk menghindar ketertinggalan melapor SPT Tahunan dan tak perlu bayar denda, harus pajak bisa memberikan laporan SPT Tahunan jauh hari saat sebelum jatuh termin.


Ditambah melapor SPT Tahunan sekarang ini tidak harus ke Kantor Servis Pajak (KPP). Harus pajak bisa menggunakan cara melapor SPT online lewat e-Filing atau e-Form secara mudah.


Bagaimana cara bayar denda SPT Tahunan apabila sudah telanjur tidak melapor?


Harus pajak yang tidak memberikan laporan SPT Tahunan akan diberi STP berisi pernyataan denda Pasal 7 KUP. Sebagai masyarakat negara yang patuh pajak, harus pajak harus bayar denda yang tertera dalam STP.


Untuk bayar denda itu, Direktorat Jenderal Pajak memberi keringanan supaya harus pajak bisa bayar denda SPT Tahunan secara online. Berikut tata langkahnya:


Cara bayar denda SPT Tahunan lewat cara online


- Masuk ke alamat website pajak.go.id, selanjutnya login

- Lalu click "tab" bayar dan tentukan e-Billing.

- Isi sisi Tipe Pajak dengan pilih 411125-PPh Pasal 25/29 Orang Individu atau Tubuh.

- Seterusnya akan ditujukan ke sisi tipe setoran, lalu tentukan tipe setoran 300-STP.

- Pada kolom Periode Pajak, isi bulan Januari sampai Desember.

- Selanjutnya isi Tahun Pajak sesuai tahun pajak yang tercantum dalam STP yang diterima harus pajak.

- Melengkapi sisi Nomor Ketentuan sesuai STP. Pola pengisian yakni Nomor Urut/Tipe SKP/Tahun Pajak/Code KPP/Tahun Keluar.

- Seterusnya isi sisi Jumlah Serahkan sesuai nominal dalam STP.

- Click sisi Buat Code Billing.

- Masukan code keamanan lalu click Submit.

- Harus Pajak akan menyaksikan rangkuman SSE dan yakinkan semua data yang tercantum dalam SSE telah betul.

- Paling akhir click Bikin dan code billing akan terunduh secara automatis, code itu bisa dipakai untuk membayar denda lewat bank, kantor pos, ATM atau internet banking.


djponline.pajak.go.id Besaran denda terlambat melapor SPT Tahunan untuk harus pajak individu dan harus pajak tubuh


Cara melapor SPT Tahunan melalui e-Filing untuk WP berpendapatan di bawah Rp 60 juta


Untuk harus pajak atau karyawan dengan pendapatan di bawah Rp 60 juta, laporan SPT Tahunan menggunakan formulir SPT 1770 SS. Baca beberapa langkahnya berikut:


- Membuka djponline dengan pilih LOGIN pada www.pajak.go.id, masukan NPWP dan password, lalu masukan code keamanan/CAPTCHA, dan click "Login".

- Tentukan menu "Melapor", selanjutnya tentukan service "e-Filing".

- Tentukan "Buat SPT".

- Turuti tutorial pengisian e-Filing.

- Isi tahun pajak, status SPT, dan status perbaikan.

- Isi BAGIAN A. PAJAK PENGHASILAN. Contoh karyawan negeri: masukan data sesuai formulir 1721-A2 yang diberi oleh bendahara.

- Isi BAGIAN B. PAJAK PENGHASILAN. Contoh: Bisa hadiah undian Rp 1.000.000, sudah dipotong PPh Final 25 % (Rp 250.000) dan terima peninggalan (dieksepsikan dari object) Rp 2.000.000.

- Isi BAGIAN C. DAFTAR HARTA DAN KEWAJIBAN. Contoh: Harta yang dipunyai Motor Yahonda Vamio Rp 15.000.000, kalung emas Rp 3.000.000, dan perlengkapan rumah sebesar Rp 7.000.000. Kewajiban yang dipunyai berbentuk tersisa credit motor sejumlah Rp 12.000.000.

- Isi BAGIAN D. PERNYATAAN dengan click kota "Sepakat" sampai ada simbol contreng.

- Rangkuman SPT Anda dan ambil code klarifikasi. SPT Anda sudah diisi dan dikirimkan.

- Silahkan membuka e-mail Anda, Bukti Akseptasi Electronic (BPE) SPT Anda sudah dikirimkan.


Itu info sekitar ongkos denda SPT Tahunan bila telat melapor. Supaya tidak dikenakan denda dan ancaman, melapor SPT Tahunan seharusnya dilaksanakan saat sebelum jatuh termin.

Post a Comment for "Terlambat Melapor SPT Tahunan Akan Terkena Denda, Begini Besarannya"