Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

"Roadmap" Ke arah Epidemi, Kemenkes: Kelonggaran Prokes Tidak Diaplikasikan Bertepatan


Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Warga Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, dalam membuat roadmap atau peta jalan ke arah epidemi, akan ada peraturan kelonggaran prosedur kesehatan standard.


Akan tetapi, kata Nadia, kelonggaran prosedur kesehatan seperti jaga jarak dan menggunakan masker tidak akan diaplikasikan secara bertepatan.


Dia menjelaskan, kelonggaran pada prosedur kesehatan akan dipandang sesuai keadaan perubahan kasus Covid-19.


"Banyak hal seperti pemakaian masker kelak kita saksikan seperti apakah khususnya kita tidak lakukan kelonggaran (prokes) secara bertepatan," kata Nadia dalam pertemuan jurnalis lewat virtual, Selasa (8/3/2022).


Nadia menjelaskan, kelonggaran prosedur kesehatan seperti jaga jarak tidak tutup peluang untuk dilaksanakan, khususnya dalam aktivitas beribadah.


Dia memberikan contoh, warga dapat melakukan beribadah shalat di mushola tanpa jaga jarak, tetapi, masing-masing harus bawa peralatan individu.


"Seperti kegiatan di tempat beribadah karena kita ingin masuk Ramadhan, kemungkinan menjaga jarak tidak jadi tanda sehingga menjaga jarak ini dapat dikurangkan, tetapi masih tetap gantikan dengan semua jamaah harus membawa sejadah sendiri, semacam itu," katanya.


Di samping itu, Nadia menerangkan, dalam membuat roadmap ke arah epidemi, faksinya wajib melakukan dua babak yakni pengaturan wabah dan pra-endemi.


Dia menjelaskan, dalam babak pengaturan wabah ada banyak tanda yang diputuskan yakni transmisi lokal ada di Tingkat 1, lingkup vaksinasi capai 70 %, dan penerapan 3T (testing, tracing dan treatment) dilaksanakan sama sesuai standard.


"Pada konsepnya kita cari titik kesetimbangan di antara kebutuhan kesehatan dan non kesehatan, karena ini harus sinergis ke-2 nya," sebut ia.

Post a Comment for ""Roadmap" Ke arah Epidemi, Kemenkes: Kelonggaran Prokes Tidak Diaplikasikan Bertepatan"